Headlines News :

Latest Post

Showing posts with label Pertanian. Show all posts
Showing posts with label Pertanian. Show all posts

Membuat Perekat Pestisida (DIY)

Written By rizky yitno on Wednesday, 10 April 2019 | 21:11

MEMBUAT PEREKAT PESTISIDA sebanyak sekitar 11 liter. Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah: a. Air bersih 8-9 liter. b. Teksafon 2 kg (belinya di toko kimia dg harga ±20.000/kg) c. STPP ± 1 kg ( bahan ini mengandung Natrium dan Fosfat yang keduanya adalah termasuk unsur hara yg dibutuhkan oleh tanaman, belinya di toko kimia jg dg harga ±10.000/kg, (pilih yg grade industri) d. pewarna (opsional, bisa ditambahkan jika ingin produk akhirnya berwarna). 2) Alat -Ember atau timba -Tongkat pengaduk -Jerigen ato botol (untuk menampung produk akhir) 3) Proses: Siapkan air 8-9 liter ke dalam ember. Tambahkan Teksafon ke dalam air tadi Aduk dengan pelan, dalam step ini Teksafon belum bisa larut sempurna dalam air Tambahkan STPP sedikit demi sedikit ke dalam adonan sambil tetap diaduk. Penting: - Jika STPP terlalu banyak maka adonan akan sangat kental dan membutuhkan waktu lebih lama untuk larut saat dicampur dengan air waktu aplikasi di lapangan. - Jika STPP terlalu sedikit maka Teksafon akan sulit larut, hal ini ditandai dengan masih adanya gumpalan-gumpalan mirip jelly dalam adonan, padahal Teksafon adalah bahan aktifnya Perekat tsb. Terus aduk sampai Teksafon larut sempurna dalam air, dalam proses ini larutan akan berwana putih. Jika semua Teksafon telah larut maka proses selesai. Tuang adonan ke dalam wadah jerigen atau botol. Setelah 12 jam larutan yang berwarna putih tadi akan berubah menjadi bening.

Pestisida

Written By rizky yitno on Thursday, 6 August 2015 | 22:10

PESTISIDA NABATI
SEBAGAI ALTERNATIF PENGENDALIAN

KUTU DAUN/ULAT
BAHAN:
Daun Sirsak
Air 5 Liter
CARA: Semua bahan ditumbuk dan disaring pakai kain kemudian diendapkan selama semalam.
PEMAKAIAN: 1 liter larutan untuk 10 liter air.

LAYU FUSARIUM
BAHAN:
1.Kapur/gamping 1 ons
2.Bawang merah 5 ons
3.Cabai rawit 5 ons
4.Jahe 5 rimpang
5.Air 0,5 liter
PEMBUATAN: Semua bahan dihaluskan dan dilarutkan dalam air 0,5 liter air kemudian disaring dan diendapkan 1 malam.
PEMAKAIAN: Setiap 5 cc dilarutkan dalam 10 liter air dan disemprotkan.

LAYU FUSARIUM OXYFORUM CUBENS
BAHAN:
1.Belerang 1 ons
2.Kapur/gamping 1 ons
3.Bawang merah
4.Cabai rawit
5.Daun tembakau
6.Air 0,5 liter
PEMBUATAN: Semua bahan dihaluskan dan dilarutkan dalam air 0,5 liter air kemudian disaring dan diendapkan 1 malam.
PEMAKAIAN: Setiap 5 cc dilarutkan dalam 10 liter air lalu disemprotkan.

WERENG BATANG COKLAT
(Nila parvarta lugen)
BAHAN:
1.Bawang putih 20 siung
2.Sere 1 unting
3. Daun sirsak 1 genggam
4. Plant Catalyst 2 sendok
PEMBUATAN: Semua bahan dihaluskan dan larutkan dalam air 20 liter dan disaring kemudian diendapkan selama 2 hari.
PEMAKAIAN: Setiap1 liter larutan diencerkan ke dalam 15 liter air dan disemprotkan ke tanaman.



PENGENDALI KUMBANG MONCONG PADI (sitophila oryzae)
PENGENDALI KUMBANG KACANG
(Bruchus Chinensis)
Kunyit mengandung curcumin menghilangkan nafsu makan hama
25 g gerusan kunyit (curcuma domestica) di larutkan dalam 100 ml air
Endapkan semalam dan semprotkan pada tanaman yang terserang setiap 5-7 hari sekali

BELALANG (Aularches milliaris)
Alamanda (Alamanda cathartica) mengandung glikosida & allamandin, isoplumerisin
Gerus bunga dan daun kering 65 g alamanda dan cairkan 1000 ml air dan disemprotkan
Efektifitas keberhasilan 56% belalang mati

SERANGGA MATI INSEKTISIDA ALAMI
Di dalam serangga mati terdapat nematoda yang ampuh membunuh hama namun aman bagi manusia
Serangga mati dibungkus dengan lapisan pati atau tanah liat dan di letakkan di sarang hama
Efektifitas keberhasilan 65%

AKAR TUBA KENDALIKAN KEONG
5 – 10 g akar di tumbuk
Dilarutkan dalam 1 l air dan diamkan semalam
Semprotkan pada tanaman yang terserang
Kandungan rotenon, deguelin, dan toxicarol membuat keong malas mendekat

LERAK USIR KEONG MAS
Biji dan kulit lerak (Sapindus rarak) ditumbuk halus dan dicampur dengan pasir atau serbuk gergaji dengan perbandingan 1 kg tepung rerak utk 20 kg media (utk 1 ha) bila ditaburkan
Dapat diberikan dengan penyemprotan 1 kg lerak utk 15 liter air dan disemprotkan
Kandungan saponin sangat membantu mengusir keong mas

Untuk mencegah hama wereng

“Pestisida alami bersifat mengurangi serangan hama, bukan untuk membunuh hama. Oleh karenanya penggunaan pestisida alami tidak akan mematikan predator alami dari hama tersebut. Cara kerjanya adalah mengusir hama dengan bau tertentu ataupun dengan menghilangkan nafsu makan hama,” ungkap Susan.

“Untuk mencegah hama wereng, bahan yang sering digunakan adalah biji mahoni atau biji atau daun sirsak.  Di dalam bahan ini terdapat repellent (penolak serangga) dan antifeedant (penghambat nafsu makan),” tambah Susan.

Berikut ini beberapa tips dari Susan mengenai pembuatan pestisida alami dari daun sirsak:
Untuk membuat pestisida alami dari daun sirsak diperlukan daun sirsak sebanyak 1 genggam, rimpang jeringau sebanyak 1 genggam, bawang putih 20 siung, sabun colek 20 gr dan air sebanyak 20 liter. Daun sirsak berfungsi sebagai penghamabat nafsu makan serangga, sedangkan jeringau dan bawang putih berfungsi untuk pengusir serangga dengan baunya yang khas. Bawang putih juga mengandung alisin yang akan membantu pertumbuhan jaringan yang rusak. Sementara itu sabun colek berfungsi sebagai perekat ketika larutan disemprotkan.

Cara pembuatan: Daun sirsak, rimpang jeringau, dan bawang putih ditumbuk sampai halus, kemudian dicampur dengan sabun colek. Campuran tersebut kemudian direndam dalam air 20 liter selama dua hari. Larutan selanjutnya disaing dengan kain halus dan siap diaplikasikan. Setiap 1 liter air saringan diencerkan dalam 15 liter air, kemudian disemprotkan merata ke bagian bawah tanaman padi.

Cara lainnya yakni menggunakan biji dan daun sirsak yang sudah dicincang halus sebanyak 250 gram, dicampur dengan mikroba (efektif mikroorganisme) sebanyak 50 ml, tetes gula sebanyak 50 ml, dicampur dengan 1 liter air. Keseluruhan bahan dimasukan ke dalam drum plastik, tutup drum rapat-rapat dan simpan ke dalam ruangan yang hangat (20-35 derajat celcius) dan tidak terkena sinar matahari langsung. Aduk secara teratur dengan cara menggoyangkan ember dan tutup drum dibuka sebentar untuk membebaskan gas. Fermentasi akan mulai dan gas akan dibebaskan dalam 2-5 hari. Lalu masukkan ekstrak yang dihasilkan ke dalam botol plastik setelah disaring. Penggunaan Ekstrak dapat dilakukan dengan  disiramkan ke tanah atau tanaman secara merata dalam bentuk larutan dengan dosis 5-10 cc/liter air. Penyemprotan pada tanaman yang dilakukan setelah pertumbuhan tunas, secara kontinyu sebelum hama atau penyakit muncul, penyemprotan dilakukan sore atau pagi hari, di waktu angin tidak bertiup kencang atau setelah hujan.

resep perekat pestisida nabati

Silahkan di coba resep perekat pestisida nabati dibawah ini ….

Bahan dan alat :

    Air panas 5 gelas kecil
    Biji lerak 5 buah
    Ember/ bak kecil dengan kapasitas 2 liter
    Saringan


Cara membuat perekat pestisida  nabati:

    Masukkan 5 gelas air panas pada ember yang telah kita persiapkan
    Masukkan 5 biji lerak kedalam 5 air panas tersebut
    Setelah hangat-hangat kita remas-remas sampai hancur daging buahnya dan lepas bijinya.
    Kemudian saring dan ambil airnya.


Cara penggunaan perekat pestisida nabati :

    Ambil perekat yang telah kita buat tadi dan encerkan dalam 1 tangki sprayer (kurang lebih15 liter)
    Masukkan pestisida nabati atau pupuk organik yang akan kita aplikasikan pada tanaman.
    Jangan lupa nyemprotnya sebelum jam 10 pagi atau setelah jam 3 sore


Mudah sekali bukan ? …….

Jika dirasa perekat tersebut kurang pekat / kurang kuat bisa ditambahkan biji leraknya, misalnya 10 biji untuk 1 tangki semprot.

Oh ya…. ampas dan biji lerak sisa dari penyaringan tadi jangan di buang karena bisa kita gunakan sebagai pestisida juga. Biji dan sisa saringan tadi sangat efekti sebagai repellent (penolak serangga hama). Jika ingin tahu cara membuatnya kita baca artikel maspary yang akan datang………

Barangkali ada yang belum tahu biji lerak silahkan lihat gambarnya :


Teknik Cara Buat Lem Pestisida Organik

Pada waktu 2 minggu yang lalu admin menemukan sebuah buku digramedia tentang tips cara membuat lem pestisida secara organik. Disebabkan mendapatkan info yang sangat berguna untuk para pembaca blog ini maka admin hendak membagikannya melalui blog tani ternak budidaya ini.

Resep tersebut sangatlah mudah dengan bahan yang sangat gampang didapat disekitar kita. Yang perlu diuji ialah berapa dosis/ konsentrasi pemakaian lem pestisida organik tersebut yang paling tepat. Selain itu berapa lama ketahanan perekat pestisida organik dalam penyimpanan juga perlu diteliti.

* Alat dan Bahan Perekat Pestisida Organik :

- 1 buah Blender
- 1 buah Telor ayam/ bebek (bebek lebih bagus)
- Minyak goreng 1 sendok makan
* Cara Membuat Perekat Pestisida Organik (skala 1 tangki semprot) :

Masukkan 1 buah telor ayam dan satu sendok minyak goreng (kalau untuk membuat 10 tangki pake 10 telor ditambah 10 sendok minyak goreng).
Blender sampai benar-benar tercampur (homogen)
Campurkan dengan larutan pestisida yang ada dalam tangki semprot sampai benar-benar tercampur.
Semprotkan pestisida secara merata ke semua permukaan daun.
Resep perekat pestisida organik ini dapat dipakai untuk membuat ovusida (membungkerkan telur, memandulkan telur, membunuh telur) ulat atau telur hama yang lain sehingga telur hama tersebut tidak bisa menetas dengan hanya menambahkan bahan tertentu dalam perekat pestisida organik tersebut. Oleh karena itu tunggu postingan yang akan datang, admin tani ternak budidaya ini akan membagikan teknik cara membuat ovusida/ cara memandulkan telur hama.

Teknik Cara Mandulkan Telur Hama


  Posting artikel yang akan admin tulis kali ini adalah mengenai teknik cara memandulkan telur hama secara organik maupun membuat ovusida organik yang adalah kelanjutan dari artikel yang telah admin posting dihari yang lalu.

Adapun teknik cara membuat ramuan buat memandulkan telur hama secara organik (ovusida organik) sangatlah sederhana yakni :

1. Bahan dan alat :

- Bahan pembuatan perekat organik

- Cuka makan 100 ml

- Alkohol 50 ml

2. Proses Pembuatan :

Seluruh bahan dicampur jadi satu, kemudian di blender sampai benar-benar tercampur (homogen).

3. Cara Pemakaian :

Campurkan 1 resep diatas dengan 1 tangki semprot (14-17 liter) air, lalu semprotkan secara merata pada seluruh permukaan tanaman terutama pada permukaan bawah daun. Resep ini khusus utuk tanaman padi, jika untuk tanaman lain jumlah cuka perlu dikurangi.

Sebelumnya admin mohon maaf, karena admin belum sempat menguji coba kedua resep diatas (membuat perekat organik dan memandulkan telur hama secara organik). Jadi informasi hasil sangat kami tunggu jika rekan-rekan  blog ini ada yang telah mencoba kedua resep tersebut.

Cara Kendalikan Ulat Kantung Albasia

  Sejahtera bagi seluruh petani di indonesia !!  Beberapa tahun terakhir ini hama ulat kantung atau nama lainnya dalam bahasa jawa disebut Pteroma plagiophleps sudah banyak menyerang tanaman albasia atau sengon di daerah pureokerto dan sekitarnya. Hal ini memicu beberapa pekebun sengon rugi besar disebabkan tanaman sengon yang belum siap panen jadi merana.  Yah…. Ujian untuk petani sengon yang selama bertahun-tahun belum menemui permasalahan yang berarti.

Berbagai usaha sudah dilaksanakan oleh para petani buat mengatasi hama ulat kantong pada tanaman albasia tersebut. Berbagai cara dan berbagai pestisida sudah dipakai namun banyak yang gagal sebab ulat tersebut berlindung di balik kantung yang berlilin.  Bila menyerang pada pesemaian maupun pada tanaman muda masih dapat dikendalikan dengan cara manual atau pemangkasan bagian tanaman sengon atau albasia yang terserang hama ulat kantong tersebut. Namun bila tanaman albasia telah sangat tinggi bagaimana caranya ……  Mau dipangkas mesti memanjat sangat tinggi, mau di semprot aduh…… pasti sulit sekali, bisa-bisa kita yang mandi pestisida. Jangan kuatir buat sobat-sobat blog tani ternak budidaya yang saat ini tengah menghadapi permasalahan hama ulat kantong pada tanaman albasianya admin akan berbagi tips cara mengendalikannya.

Sebab hama ini letaknya sangat tinggi dan dilindungi oleh kantong maka dua hal utama yang butuh kita cermati ialah cara aplikasi insektisidanya dan menentukan insektisida apa yang tepat. Menurut pengalaman admin, dengan memperhatikan dua hal tersebut  hama ulat kantung pada tanaman albasia bisa dikendalikan. 

Caranya  :

Disebabkan letaknya sangat tinggi dan dilindungi kantong bila disemprot dengan insektisida ulatnya tentu hanya akan tertawa. Karena hal tersebut sudah diperhitungkan oleh si ulat. Menurut admin kerjakan aplikasi insektisida dengan cara penginfusan. Namun beberapa pengalaman dilapangan Bila di bor tanaman albasia akan mengeluarkan blendok dan kadang akan terserang jamur busuk batang. Maka sebaiknya dikerjakan dengan cara melukai dengan parang pada pangkal batang (Supaya tidak merusak kayu tanaman). Dapat juga dengan cara memotong sebagian akar maupun melukainya kemudian menyiramkan insektisida pada luka tersebut.
Pemilihan insektisidanya tidak boleh sembarangan, karena dibutuhkan insektisida yang bisa menjalar keatas dan diserap tanaman maka dibutuhkan insektisida dengan cara kerja sistemik. Jangan yang kontak. Sebagai contoh yang harganya murah dan mantap adalah bahan aktif dimehipo atau fipronil.

PUPUK HIDROPONIK

Written By rizky yitno on Saturday, 20 September 2014 | 23:44

Setiap kegiatan budidaya tanaman, pupuk merupakan salah satu faktor penting. Pupuk merupakan sumber makanan bagi tanaman yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkem-bangannya. Tentu saja masih ada faktor lain, seperti cahaya, air dan sebagainya. Di pasaran bebas kita mengenal pupuk tunggal yang hanya mengandung satu macam unsur hara misalnya

Komposisi Nutrisi Hidoponik

Hidroponik melibatkan pertumbuhan tanaman dalam larutan nutrisi tanpa memerlukan media tanam tanah. Larutan nutrisi ini terdiri dari air dan elemen mineral yang penting. Kebanyakan

Tanaman TOGA di lahan sempit

Written By rizky yitno on Thursday, 17 July 2014 | 10:15

Sekarang ini, kita sulit menemukan pekarangan luas di dekat rumah yang bisa digunakan untuk penghijauan. Ini karena harga tanah, apalagi di perkotaan, makin lama semakin mahal. Orang lebih memilih memanfaatkan lahan yang kosong untuk membangun rumah ataupun membikin rumah petak untuk dikontrakkan.

Perangkap walang sangit

Written By SINAR INDO BRASS on Thursday, 6 June 2013 | 17:57

Perangkap bangkai ketam sawah (yuyu atau keuyeup: Sunda) dapat diterapkan untuk menjerat walang sangit. Secara tradisional, cara ini banyak diterapkan oleh petani di daerah Jawa Barat. Caranya adalah dengan menggantungkan bangkai ketam dipinggir sawah. Ternyata, perangkap ini dapat menjerat puluhan, bahkan ratusan walang sangit dan kepik hijau. Penggunaan perangkap ini akan lebih efektif jika dipadukan dengan perangkap perekat. Langkah kerja pembuatan perangkap bangkai ketam adalah sebagai berikut :
  1. Papan dudukan dibuat seperti pada gambar.
  2. Ketam sawah dimatikan dan dibiarkan hingga membusuk. Ketam ini dapat dicari di pematang pematang sawah. Papan yang dilengkapi dengan tiang penancapnya dipasang di setiap sudut atau tengah-tengah petakan.
  3. Sebelumnya, papan diolesi terlebih dahulu dengan zat perekat. Selanjutnya bangkai ketam sawah diletakkan di atas papan dengan cara diikat agar tidak mudah jatuh.
  4. Walang  sangit pun akan segera mengerumuni  bangkai ketam dan terperangkap oleh zat perekat tersebut.

Hidroponik, Cara dan Seluk-beluknya

Written By SINAR INDO BRASS on Wednesday, 5 June 2013 | 17:50

Hidroponik
Lahan Anda sempit, air terbatas, dan malas menyiram satu per satu tanaman dalam pot? Hidroponiklah jawabannya. Karena sifatnya yang praktis itulah, sistem hidroponik akan dikenalkan dalam Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) BPTP Jatim. Hal itu mengingat banyak rumah tangga pelaku KRPL mengeluhkan kesulitan air dan kerepotan dalam menyiram tanaman dalam pot/polibag.
Pada prinsipnya, hidroponik adalah budidaya tanaman tanpa tanah. Cukup banyak sistem yang berkembang, baik oleh pebisnis maupun para hobiis. Berikut akan dijelaskan secara singkat cara pembuatan hidroponik sistem ‘Lapisan hara tipis (NFT = nutrient film technique)’.
Untuk memproduksi sayur daun kira-kira 160 tanaman, diperlukan bahan: pipa paralon 3” sebanyak 4 batang, keni L 3” 8 buah, bak air 40 liter, 1 set pompa listrik akuarium, gelas plastik bekas sebanyak 160 buah, rajangan batang pohon pakis dan pupuk NPK.
Lubangi paralon sebesar bibir gelas plastik bekas, dengan jarak antar lubang 10 cm. Setelah itu pasang paralon, keni, dan pompa listrik akuarium seperti diragakan pada gambar di bawah.
Cara tanamnya, isi gelas plastik bekas dengan rajangan pohon pakis sepertiganya, letakkan benih sayur daun di atasnya, tutup kembali dengan rajangan pohon pakis kira-kira 1 cm. Jadi, kita tidak perlu repot-repot membuat pembibitan terlebih dahulu.
Masukkan gelas tadi ke dalam lubang pada paralon yang sudah dipasang di atas. Kemudian, larutkan pupuk NPK dengan konsentrasi 1-2 g/liter air, masukkan ke dalam bak penampung sampai di atas pompa listrik akuarium. Hidupkan pompa, dan jadilah.
Air dalam bak penampung harus selalu di atas pompa, agar pompa tidak panas dan cepat rusak. Oleh karena itu, setiap hari harus dikontrol dan ditambah larutan pupuk NPK jika permukaan larutan mulai di bawah pompa. Dalam kondisi yang cukup panas, larutan yang ditambahkan tidak lebih dari 15 liter per hari.
Beberapa catatan tambahan yang perlu diperhatikan:
1.Untuk penghematan, paralon bisa diganti dengan talang plastik “U”. Untuk meletakkan gelas bekas yang sudah diisi media tanam dan benih, gunakan gabus (sterefoam) sebagai penutup talang. Lalu buat lubang sebagaimana pada penggunaan paralon di atas. Untuk daerah perdesaan dapat digunakan bahan-bahan lain, misalnya bambu
2.Kunci keberhasilan terpenting hidroponik terletak pada penggunaan pupuk. Pupuk khusus untuk hidroponik sudah banyak dijual di pasaran. Pada contoh di atas digunakan NPK semata hanya untuk mudahnya saja. Pupuk hidroponik biasanya berbeda antara sayuran daun dengan sayur buah
3.Model yang dicontohkan di atas hanya dianjurkan untuk sayur daun, tetapi bisa juga ditanami sayur buah (cabe, tomat, terung, dll.) asalkan jangan terlalu banyak, cukup di ujung-ujung rangkaian paralon saja
4.Media tanam dari rajangan pohon pakis dapat digantikan dengan bahan-bahan lain, misalnya arang sekam, kerikil halus, atau lainnya. Berdasarkan pengalaman, penggunaan rajangan pohon pakis mempunyai efek yang baik terhadap tanaman
5.Pemasangan paralon harus cukup datar, agar aliran air (yang sudah dicampur pupuk) tidak mengalir terlalu cepat. Ketinggian air mencelup gelas cukup 1-2 cm. (SH)
 Hidroponik

Kulit Jengkol : Jurus Klasik Usir Tikus

Written By SINAR INDO BRASS on Tuesday, 4 June 2013 | 17:41

Ini kisah petani rawa lebak di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, di masa silam. Mengumpulkan kulit jengkol Phitecellobium lobatum dari ladang, pasar tradisional, atau dapur lalu menyebarkannya di sawah. Sawah pun bebas dari serangan tikus.
Itu merupakan teknik lama mengusir tikus yang digunakan secara turun-temurun oleh petani di Tanah Banua. Selama berabad-abad di masa silam tak pernah terjadi ledakan hama tikus.
Seiring waktu berjalan, cara sederhana tersebut tergusur oleh kehadiran rodentisida (racun tikus) sintetis yang praktis digunakan.
Berbeda dengan racun atau perangkap, kulit jengkol tidak membunuh tikus. Aroma yang dikeluarkan kulit jengkol membuat tikus tidak betah. Maka ketika diletakkan kulit jengkol di lubang tikus di sawah, mereka akan menghindar dari area tersebut.
Cara lain, dengan menghancurkan kulit jengkol, melarutkannya dalam air, lalu menyemprotkan larutan kulit jengkol ke lahan. Dengan demikian tikus menghindar dari sawah. Namun, memang cara ini lebih merepotkan bagi petani zaman sekarang.
Meski demikian, berdasarkan riset Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra), Banjarbaru, Kalimantan Selatan, cara kedua justru bermanfaat ganda. Larutan jengkol juga bersifat insektisida.
Hasil pengamatan Balittra menunjukkan, sayuran yang disemprot larutan kulit jengkol berdosis 1,5—2,0   g/liter air terbebas dari tikus, hama penggerek batang padi, hama putih palsu, hama putih ulat grayak, ulat jengkal, ulat buah dan ulat plutella.
Berbeda dengan area yang tidak menggunakan larutan jengkol, lahan tersebut terserang hama tikus, penggerek batang padi, ulat grayak, ulat jengkal, hama putih palsu, dan hama putih dengan tingkat kerusakan 35- 75%. Keampuhan kulit jengkol sebagai rodentisida dan insektisida setara senyawa kimia  antikoagulan berbahan aktif Bromadiolone.

Penyaringan air sederhana

Written By SINAR INDO BRASS on Monday, 3 June 2013 | 17:35

Air memegang peranan yang sangat vital bagi kehidupan, termasuk ternak. Tanpa air yang berkualitas bagus, konsumsi air pada ternak akan berkurang. Kalimantan Timur memiliki air yang cukup asam yang tidak disukai ternak. Hasilnya adalah ternak kurang mengkonsumsi air yang pada akhirnya akan menurunkan produksinya.
Salah satu cara sederhana yang dapat diaplikasikan adalah menyaring air yang berkualitas kurang bagus tersebut (air asam) dengan menggunakan bahan bahan penyaring sederhana yang mudah dijumpai di lokasi. Adapun bahan-bahan penyusun penyaring sederhana (disusun dari dasar drum) tercantum pada Tabel 1.
Tabel 1. Susunan bahan bahan penjernih air
No.
Nama bahan
Ketebalan (cm)
1.
Batu kali yang kecil
15
2
Kerikil
10
3
Arang tempurung kelapa
15
4
Pasir halus
20
5
Ijuk
20
6
Pasir halus
15
7
Ijuk
15
Drum yang digunakan berjumlah 3 buah, yaitu satu drum dipakai untuk menampung air asam kemudian dialirkan ke dalam drum kedua yang merupakan drum penyaring dan drum ketiga adalah tempat air yang jernih. Hasil yang didapatkan adalah pH air meningkat dari 4,2 menjadi 7,2. Diharapkan dengan kenaikan pH air, konsumsi ternak akan air juga meningkat sehingga kesehatan ternak lebih terjamin yang pada akhirnya juga akan meningkatkan produksi ternak itu sendiri.

Daftar Produk SIB

 
PRODUK TERBARU KAMI
Support : Sinar Indo Brass Shops | S I B Toko | Blog
Copyright © 2011. SINAR INDO BRASS BLOG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by S I B
Proudly powered by Blogger